Pendampingan Identifikasi Dan Inventarisasi Lahan Terkontaminasi Limbah B3 pada Kegiatan / Usaha Pabrik Pengolahan Biji Besi di Kabupaten Tanah Bumbu Tahun 2017

        Berdasarkan definisinya limbah adalah sisa usaha dan/atau kegiatan, sedangkan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun atau biasa disingkat dengan LB3 adalah sisa usaha dan/atau kegiatan yang mengandung Bahan Berbahaya dan Beracun (B3). Jika limbah B3 tersebut mencemari media lingkungan dalam hal ini media tanah maka tanah / lahan tersebut disebut sebagai lahan yang terkontaminasi limbah B3.

Seiring dengan meningkatnya jumlah pelaku usaha dan/atau kegiatan, meningkat pula potensi penambahan luas lahan yang terkontaminasi limbah B3. Oleh sebab itu Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan bekerja sama dengan Dinas/Badan Lingkungan Hidup tingkat Provinsi dan Kabupaten/Kota seluruh Indonesia melaksanakan Identifikasi dan Inventarisasi Lahan Terkontaminasi Limbah B3 serta pemulihan lahan terkontaminasi Limbah B3 yang menjadi target prioritas dalam RPJMN 2015 – 2019. Untuk tahun 2017 ini merupakan kegiatan Identifikasi dan Inventarisasi Limbah Terkontaminasi Limbah B3 serta pemulihan lahan terkontaminasi Limbah B3 di pulau Kalimantan.

Kegiatan Identifikasi dan Inventarisasi Limbah Terkontaminasi Limbah B3 tersebut bertujuan :

  1. Sebagai panduan dalam mengidentifikasi sumber informasi awal untuk melakukan inventarisasi Lahan Terkontaminasi Limbah B3.
  2. Sebagai panduan bagi KLHK, Pemda prov/kab/kota, pihak terkait dalam memberikan informasi adanya Lahan Terkontaminasi Limbah B3.
  3. Menggambarkan database awal bahan identifikasi dan inventarisasi lebih lanjut dalam rangka perencanaan dan prioritasi pemulihan Lahan Terkontaminasi Limbah B3.
  4. Bahan perumusan kebijakan pemulihan Lahan Terkontaminasi Limbah B3.

Sumber terjadinya lahan terkontaminasi limbah B3 bisa berasal dari kegiatan illegal dumping, terjadinya kecelakaan pada pengangkutan dan pengelolaan B3 dan/atau limbah B3, limbah B3 yang sudah tidak dikelola lagi, limbah B3 yang tidak dikelola dari operasi/kegiatan masa lalu dan penyebab lainnya.

Kegiatan verifikasi identifikasi lahan terkontaminasi limbah B3 melalui beberapa tahapan yakni :

  1. Pengamatan secara fisik (penglihatan/visual) di lapangan;
  2. Idenfikasi lokasi (luas, volume, titik koordinat, lay out);
  3. Identifikasi jenis limbah B3, kategori tingkat bahaya limbah B3 dan sumber pengkontaminasi;
  4. Verifikasi ada atau tidaknya penanggung jawab usaha atau kegiatan;
  5. Identifikasi penyebab terjadinya lahan terkontaminasi limbah B3;
  6. Verifikasi waktu mulai ditemukannya limbah B3 yang diduga mengkontaminasi lahan;
  7. Perkiraan potensi dampak limbah B3 yang mengkontaminasi lahan dan penanganannya;
  8. Pengujian sampel tanah terkontaminasi;

Setelah hasil uji sampel tanah dari lahan yang terkontaminasi limbah B3 diketahui hasilnya, maka tahapan berikutnya adalah tahapan pemulihan. Kegiatan pemulihan sendiri secara garis besar terdiri dari kegiatan perencanaan, pelaksanaan kegiatan pemulihan, pemantauan dan evaluasi.

Untuk wilayah Kabupaten Tanah Bumbu yang berada di Provinsi Kalimatan Selatan, lahan terindikasi telah terkontaminasi limbah B3 yang sudah dilaporkan adalah pada lahan yang berada di area kerja pabrik milik perusahaan yang bergerak di bidang pengolahan biji besi.

Tahapan paling awal adalah menyampaikan pelaporan pada kegiatan Workshop Identifikasi dan Inventarisasi Lahan Terkontaminasi Limbah B3 di Pulau Kalimantan yang diadakan oleh Direktorat Pemulihan Kontaminasi dan Tanggap Darurat Limbah B3, Direktorat Jenderal Pengelolaan Sampah, Limbah dan Bahan Beracun Berbahaya, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia pada tanggal 23 – 24 Februari 2017 di Bogor. Pada tanggal 26 April 2017, tim gabungan yang terdiri dari Direktorat Pemulihan Kontaminasi dan Tanggap Darurat Limbah B3, Direktorat Jenderal Pengelolaan Sampah, Limbah dan Bahan Beracun Berbahaya, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, perwakilan dari Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Kalimantan Selatan dan perwakilan dari Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Tanah Bumbu dalam hal ini dari Sub Bidang Penanggulangan dan Pemulihan Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Hidup. Hasil dari tinjau lapang, lahan yang terkontaminasi limbah B3 dari hasil kegiatan pabrik pengolahan biji besi tersebut masih berada di dalam area pabrik dengan luasan sekitar 4200 m2 dengan jumlah timbunan sekitar 30.000 ton. Sedangkan jenis limbah dari kegiatan pabrik yang ditumpuk di area tersebut adalah fly ash.

Pada tanggal 20 Juli 2017 di Balikpapan dilaksanakan Workshop Evaluasi Hasil Pelaksanaan Verifikasi Lapangan dalam Rangka Identifikasi dan Inventarisasi Lahan Terkontaminasi Limbah B3 di Pulau Kalimantan untuk menindaklajuti hasil temuan kegiatan verifikasi lapangan dan tindak lanjut pemulihan oleh pelaku usaha sebagai bentuk tanggung jawab lingkungan akibat dari adanya kegiatan usahanya tersebut.

Peran pemerintah daerah dalam pemulihan lahan terkontaminasi limbah B3 adalah menerima laporan hasil pelaksanaan pemulihan, menerima laporan hasil pemantauan kualitas lingkungan pasca pemulihan, dan pengawasan pelaksanaan pemulihan sesuai dengan lokasi lahan pemulihan. Hingga saat artikel ini dibuat proses untuk kegiatan pemulihan masih berjalan.

Perlu diketahui bahwa walaupun area penumpukan fly ash tersebut memang diperuntukkan khusus sebagai area penumpukan fly ash, berada pada area pabrik, dan dikelola air limpasannya. Namun bagian bawah / dasar dari penumpukan tersebut adalah media lingkungan yakni tanah. Sehingga pemulihan tanah / lahan tersebut adalah kewajiban dari pihak perusahaan sebagai penanggung jawab usaha kegiatan yang berdampak terhadap lingkungan terutama tanah. Sehingga kami dari subbidang Penanggulangan dan Pemulihan Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Hidup menghimbau kepada semua pihak yang dari kegiatan / usahanya yang menghasilkan limbah B3 agar selalu memperhatikan dan menaati ketentuan peraturan lingkungan hidup tentang pengelolaan dan pemantauan lingkungan terutama yang berhubungan dengan pengelolaan dan pemantauan limbah B3, tidak melakukan dumping illegal, menanggulangi dan melaporkan setiap ada kecelakaan B3 / limbah B3, mengelola semua limbah B3 yang dihasilkan dan memenuhi kewajiban perizinan yang berhubungan dengan pengelolaan limbah B3.

foto

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *