REAKREDITASI UPT.LAB. LINGKUNGAN DLH KAB. TANAH BUMBU

  • UPT LAB. LINGKUNGAN DLH TANAH BUMBU dibangun tahun 2006 dan baru beroperasi tahun 2010
  • No kontak Lab. LH : 0518-6070003 : 081253362255
  • Menjadi Unit Pelaksana Teknis berdasarkan Peraturan Bupati Tanah Bumbu Nomor 07  Tahun 2010, tentang Perubahan atas Peraturan Bupati Nomor 14 Tahun 2008 tentang Susunan Organisasi dan Tata Kerja Unit Pelaksana Teknis Dinas Daerah dan Lembaga Teknis Daerah Kabupaten Tanah Bumbu.
  • Sudah terakreditasi sebagai laboratorium penguji sejak tahun 2013 oleh Komite Akreditasi Nasional (KAN) dengan nomor akreditasi LP 790 IDN.
  • Sudah terigestrasi kompetensi sebagai laboratorium lingkungan sejak tahun 2014 di Kementerian Negara Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) dengan nomor registrasi No. 0073/LPJ/LABLING-1/LRK/KLH.
  • Lab. Lingkungan DLH Kab. Tanah Bumbu merupakan laboratorium pertama di Kalsel menjadi laboratoriumlingkungan yang diakui di KLHK dan merupakan lab. Pengujidan lab. Lingkungan pertama di Kalimantan dibawah DLH atau SKPD lingkungan hidup di Pemerintah Daerah.

Pelayanan pengujian saat ini meliputi:

  1. Pengujian air (air permukaan, air minum, air bersih, air limbahdan air laut) dengan maksimal penyelesaian uji sampel selama 15 hari kerja.
  2. Pengujian udara (udara ambient, udara kebauan dan udara emisi), Pengukuran tingkat kebisingan (kebisingan lingkungan dan kebisingan kerja), Pengukuran getaran dengan maksimal penyelesaian uji sampel selama 5 hari kerja
  3. Pengujian tanah dengan maksimal penyelesaian uji sampel selama 10 hari kerja
  • Daerah cakupan pelayanan saat ini adalah Prov. Kalsel (Kab. Tanah Bumbu, Kab. PulauLaut, Kab. Tanah Laut, Kab. Balangan, Kab. Tanjung, Kab. Banjar, Kab. Batola, Kab. HSS), Prov. Kaltim (Kab. Pasir/Gerogot) dan Prov. Kalteng (Muara Teweh, Buntok, Tamiyang Layang, Kuala Kurun, Kuala Kapuas, Pulang Pisau)

Standar Operasional Prosedur Laboratorium

UPT. Laboratorium Lingkungan DLH Kab. Tanah Bumbu

Aplikasi “e-labat”

A. TUJUAN

Prosedur ini merupakan pedoman bagi laboratorium dalam menangani sampel yang akan diuji mulai dari registrasi sampel sampai ke pelaporan hasil untuk menjamin proses pengujian berjalan sesuai dengan persyaratan customer.

B. ACUAN

  1. PanduanMutu ISO/IEC 17025 : 2005
  2. ISO/IEC 17025 : 2005
  3. SOP Aplikasi “e-labat

C. PENANGGUNG JAWAB

  1. Manajer Teknis terhadap pengawasan prosedur ini.
  2. Pengawas Administrasi terhadap pengoperasian aplikasi
  3. Petugas Administrasi terhadap pelaksanaan pengoperasian aplikasi
  4. Analis Laboratorium terhadap pelaksanaan pengujian.

D. PROSEDUR

  1. PENERIMAAN, IDENTIFIKASI DAN PENGUJIAN SAMPEL
    • Customer atau petugas pengambil sample datang kelaboratorium untuk menyerahkan sampel yang akan diujikan dengan melampirkan surat permohonan pengujian atau Berita Acara Pengambilan Sample dan formulir lapangan lainnya
    • Sampel rutin yang masuk ini selanjutnya diterima oleh administrasi laboratorium diinput dalam aplikasi “e-labat” pada formulir Penerimaan Sample Uji Customer dan dikaji ulang oleh Penyelia atau administrasi selanjutnya terinput keformulir Log Book Penerimaan Sampledengan diberi nomor urut sample sesuai tanggal masuknya. Penomoran dilakukan sebagai berikut :

No. Urutmasuk (0001, 0002, dst) / Jenis Sample / Bulan / Tahun

Jenis Sample : AP (air permukaan), Air Bersih (AB), AL (air limbah),  ALT (air laut), UA (udara  ambient),    Udara Emisi (UE), dll

  • Untuk Sampel Non Rutin,maka Manajer Teknis akan mengkaji apakah sample tersebut dapat dilakukan pengujian atau tidak menurut prosedur
  • Bila terdapat permintaan pengujian yang sekiranya tidak bisa dipenuhi atau menimbulkan keraguan terhadap pemenuhannya atau sampel yang diterima kurang / rusak, maka penyelia atau administrasi akan menyampaikannya kepada customer.
  • Selanjutnya dengan aplikasi “e-labat” data terinput ke formulir Order Pengujian. Yang terkoneksi dan tayang pada layar monitor di ruang analis laboratorium.
  • Pengujian dilakukan sesuai dengan jenis sampel, parameter uji dan metode uji/standar acuan yang diminta oleh customer.
  • Analis harus memperhatikan peralatan pengujian yang dipakai dengan memastikan peralatan yang digunakan layak pakai dan telah terkalibrasi.
  • Bila diperlukan untuk evaluasi ketidakpastian, maka estimasi ketidakpastian pengukuran untuk setiap pengujian parameter akan dihitung secara wajar dengan memperhatikan seluruh sumber ketidakpastian yang telah teridentifikasi di laboratorium. Nilai estimasi ketidakpastian pengukuran dihitung berdasarkan Instruksi Kerja Estimasi Ketidakpastian Pengujian.
  1. PENGECEKAN DATA DAN PELAPORAN HASIL UJI
    • Data primer hasil pengujian dari analis laboratorium yang berupa formulir yang berisikan data pengujian masing – masing parameter diserahkan kepada Penyelia untuk direkapdandiperiksa kebenarannya dan diinput pada aplikasi “e-labat” padaformulir Rekapitulasi Hasil Pengujian.  Bila Penyelia berhalangan atau tidak berada di tempat maka wewenang dan tanggung jawab serta tugas pemeriksa data akan diatur oleh Manajer Teknis.
    • Untuk setiap data analisa yang dituangkan dalam form Rekapitulasi Hasil Pengujian, penyelia akan menuliskannya dalam jumlah angka penting sesuai baku mutu lingkungan berdasarkan peraturan perundangan yang berlaku. Untuk hasil pengukuran yang memberikan nilai tidak terdeteksi (not detected) maka akan ditulis sebagaiberikut :

 Hasil pengukuran = <angka LDM  (LDM = Limit Deteksi Metode)

  • Selanjutnya data tersebut diketik pada Laporan HasilUji (LHU), dengan format seperti tercantum pada Panduan Mutu dan diserahkan ke Manajer Teknis untuk diperiksa kesesuaiannya dengan data – data terkait. Manajer Teknis atau personil penandatangan sertifikat yang legal selanjutnya menandatangani Laporan Hasil Uji tersebut. Penomoran sertifikat dilakukan sebagai berikut :

No. Urut masuk (0001, 0002, dst) / Jenis Sample / Bulan / Tahun  

Jenis Sample : AP (air permukaan), Air Bersih (AB), AL (air limbah), ALT (air laut), UA (udara ambient), Udara Emisi (UE), dll

  • Laporan Hasil Uji (LHU), yang telah disahkan dan bertanda ORIGINAL selanjutnya didistribusikan kepada customer melalui faks, ekspedisi, penyerahan langsung ataupun email. Adapun salinan lainnya yang bertanda COPY dan formulir, terkait disimpan oleh Masa berlaku sertifikat ditetapkan sesuai peraturan yang berlaku.
  • Apabila terdapat kesalahan dalam penulisan sertifikat dan telah terlanjur diterima oleh klien, maka laboratorium akan menarik sertifikat tersebut dan menggantinya dengan sertifikat yang diberita dan revisi(R). Sedangkan untuk sertifikat yang hilang pada customer, maka laboratorium dapat mengirimkan kembali sertifikat yang sama dengan diberita dan duplikat (D) disebelah nomor sertifikat hasil pengujianya itu sebagai berikut :

No. Urutmasuk (0001, 0002, dst) / Jenis Sample / Bulan / Tahun (R) atau (D)

Jenis Sample : AP (air permukaan), AL (air limbah), ALT (air laut), UA (udara ambient), dll

  1. PENANGANAN SAMPEL DAN PEMBUANGAN LIMBAH ANALISA
    • Sampel yang telah diterima harus segera diuji, jika ada penundaan pengujian maka harus dijaga untuk menghindari kerusakan sampel sesuai dengan persyaratan metode pengujian.
    • Sample yang telah selesai di analisa, maka sisa sample disimpan selama 1 (satu) minggu sejak penerbitan Laporan Hasil Uji dalam wadah penyimpanan yang melindunginya dari kehilangan dan kerusakan, jika masih diperlukan untuk konfirmasi hasil analisa yang meragukan.
    • Sample sisa yang telah selesai masa simpannya maka sample tersebut dapat dibuang dengan memperhatikan dampak negatifnya terhadap lingkungan.
    • Proses pemusnahan sample dan pembuangan limbah hasil kegiatan analisa dilakukan sesuai dengan ketentuan atau tata cara yang tercantum dalam Instruksi Kerja Pengelolaan Limbah Laboratorium.
  1. WAKTU

Lama waktu dari penerimaan sampel sampai dengan dikeluarkan Laporan Hasil Uji(LHU) adalah 11 hari kerja.

Catatan : Hal tersebut diatas tidak berlaku jika terjadi kejadian tidak terduga.

web

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *