Peningkatan Pengendalian Polusi

PROGRAM PENINGKATAN PENGENDALIAN POLUSI

DLH KABUPATEN TANAH BUMBU

 

  • Program Peningkatan Pengendalian Polusi adalah salah satu program yang dilaksanakan oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kab. Tanah Bumbu dalam rangka mengimplementasikan penerapan Standard Pelayanan Minimal (SPM) Bidang Lingkungan Hidup sesuai amanat Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup No. 19 Tahun 2008 tentang Standard Pelayanan Minimal Bidang Lingkungan Hidup Daerah Provinsi dan Daerah Kabupaten/Kota dan Nomor 20 Tahun 2008 tentang Teknis Standard Pelayanan Minimal Bidang Lingkungan Hidup Daerah Provinsi dan Daerah Kabupaten/Kota. Ada 4 (empat) jenis pelayanan dasar penerapan dan pencapaian SPM bidang lingkungan hidup di wilayah Kabupaten Tanah Bumbu adalah :
  • Pelayanan Pencegahan Pencemaran Air
  • Pelayanan Pencegahan Pencemaran Udara
  • Pelayanan Informasi Status Kerusakan Lahan Dan/Atau Tanah Untuk Produksi Biomassa
  • Pelayanan Tindak Lanjut Pengaduan Masyarakat Akibat Adanya Dugaan Pencemaran Dan/Atau Perusakan Lingkungan
  • Program tersebut dilaksanakan melalui kegiatan-kegiatan diantaranya :
    • Pengujian Emisi/Polusi Udara Akibat Aktivitas Industri
    • Pengujian Kadar Polusi Limbah Padat dan Limbah Cair
    • Akreditasi Laboratorium Lingkungan Hidup
    • Operasional Kegiatan Laboratorium Lingkungan
  • Berikut target Program Peningkatan Pengendalian Polusi selama 5 (lima) tahun sebagaimana termuat pada RENSTRA DLH tahun 2016-2021 :
Nama Program Indikator Program Target capaian tahun ke-
2016 2017 2018 2019 2020
Peningkatan Pengendalian

Polusi

Tingkat Ketaatan Pelaku Usaha

 

90% 93% 95% 98% 100%

 

  • Capaian program tersebut diatas dihitung dari target kinerja kegiatan Pengujian emisi/polusi udara akibat aktivitas industri yang merupakan pelaksanaan dari Standard Pelayanan Minimal (SPM) pelayanan pencegahan Pencemaran Udara dari Sumber tidak Bergerak (emisi cerobong pelaku usaha) dan kegiatan Pengujian kadar polusi limbah padat dan limbah cair yang merupakan pelaksanaan dari SPM Pelayanan Pencegahan Pencemaran Air. Dari kedua kegiatan tersebut, target kinerja Program tersebut di atas tahun 2016 adalah sebesar 90%. Perhitungan target adalah sebagai berikut :
  • Kegiatan Pengujian emisi/polusi udara akibat aktivitas industri yang merupakan pelaksanaan dari Standard Pelayanan Minimal (SPM) pelayanan pencegahan Pencemaran Udara dari Sumber tidak Bergerak mengambil sampel emisi cerobong pada 5 pelaku usaha dan ditargetkan 100% dikategorikan taat dalam kelola emisinya.
  • Kegiatan Pengujian kadar polusi limbah padat dan limbah cair yang merupakan pelaksanaan dari SPM Pelayanan Pencegahan Pencemaran Air, yang mengambil sampel air limbah pada 30 pelaku usaha dan ditargetkan 80% diantaranya atau sekitar 24 pelaku usaha dikategorikan taat kelola air limbah sebelum dibuang ke perairan umum.
  • Kemudian kedua prosentase tersebut dirata-ratakan, didapatkan target total Tingkat Ketaatan Pelaku Usaha tahun 2016 sebesar 90%.
  • Dari hasil pengambilan sampel dan hasil uji pada Laboratorium Lingkungan Kab. Tanah Bumbu didapatkan untuk SPM Pelayanan Pencegahan Pencemaran Air terealisasi sebesar 70% atau dari 30 pelaku usaha yang diambil sampel air limbahnya, 21 pelaku usaha diantaranya dikategorikan taat pengelolaan air limbah dan untuk SPM pencegahan Pencemaran Udara dari Sumber tidak Bergerak terealisasi sebesar 100% atau dari 6 pelaku usaha yang diambil sampel emisi cerobongnya, semuanya dikategorikan taat kelola emisi cerobongnya. Sehingga dari kedua perhitungan capaian tersebut didapatkan rata-rata realisasi Tingkat Ketaatan Pelaku Usaha tahun 2016 sebesar 85%, sedikit lebih rendah dari target yang telah ditetapkan. Jika dibandingkan dengan target capaian kinerja programnya adalah sebesar 94,44%, dan dikategorikan “BAIK”.
  • Dari kedua kegiatan utama tersebut, ada 2 (dua) kegiatan pendukung terlaksananya pengambilan dan pengujian sampel air dan emisi yaitu kegiatanAkreditasi Laboratorium Lingkungan Hidup dan Peningkatan Pengelolaan Laboratorium Lingkungan. Pentingnya kedua kegiatan pendukung tersebut adalah karena Laboratorium Lingkungan Kab. Tanah Bumbu sebagai Laboratorium Lingkungan dengan akreditasi parameter air dan udara terbanyak di wilayah Kalimantan. Dengan status akreditasi tersebut jelas proses pengambilan dan pengujian sampel akan sesuai dengan standard yang berlaku, hasilnya valid, akurat dan cepat. Sedangkan pada kegiatan Peningkatan Pengelolaan Laboratorium Lingkungan merupakan pendukung tersedianya kebutuhan bahan kimia untuk proses pengujian sampel. Pengukuran keberhasilan kinerja kegiatan tersebut terlihat pada tabel di atas, dimana dari target 1.200 sampel, terealisasi sebanyak 3.244 sampel yang diuji dan selesai tepat waktu (rincian 2.655 sampel air, 370 sampel udara ambien dan 199 sampel emisi), atau sebesar 270,33%. Tingginya capaian kinerja kegiatan tersebut dikarenakan sebagian besar pelaku usaha di wilayah Kabupaten Tanah Bumbu dan wilayah lain seperti Kotabaru, Pelaihari, Balikpapan (Kalselteng) mengirimkan sampel air/udara/emisi ke Laboratorium Lingkungan Kabupaten Tanah Bumbu.
  • Diharapkan dukungan anggaran untuk memaksimalkan capaian kinerja program/kegiatan tersebut pada tahun mendatang. Seperti pemenuhan sarana dan prasarana baik itu berupa peralatan, sarana mobilitas dan peningkatan gedung serta penambahan SDM yang kompeten.